Indonesiaku Surganya Juara Dunia
Macet, polusi udara, keterbelakangan teknologi dan banyak hal lainnya mungkin akan membuat kita memiliki pikiran untuk tinggal di Negara lain yang lebih maju dan dengan cuaca yang lebih menyenangkan pula. Ingin tinggal di Singapore yang kebersihan negaranya tidak diragukan lagi, atau United State of America yang merupakan Negara adidaya yang bisa melakukan apapun yang dimaunya. Memang dengan menganggap diri kita lebih buruk dibanding yang lain akan membuat kita termotivasi untuk selalu melakukan yang lebih baik, tapi jika kita selalu mengeluh bukannya semangat untuk memperbaiki diri, tapi malah ingin menjadi orang lain. Jika kita selalu lihat kekurangan Negara kita ini tentunya kita tidak ingin tingal di tempat seperti ini, tetapi lihatlah ke sisi terbaiknya bangsa kita ini. Kita dapat meraih kemerdekaan tanpa senjata modern, hal ini mebuktikan bahwa bangsa kita memiliki kecerdasan yang lebih daripada penjajah kita. Dari hal ini sudah lah dipastikan bahwa Negara kita merupakan juara dari peperangan demi merenggut kemerdekaan kita pada tanggal 17 Agustus 1945 melawan banyak sekali Negara seperti jepang, inggris prancis dan Negara lainnya yang menunjukkan bahwa Indonesia tidak lebih buruk daripada mereka.
Pada artikel ini saya inginlah membuka mata warga Negara Indonesia akan prestasi-prestasi yang sangat mebanggakan kita dan akan membuat kita berfikir dua kali untuk meninggalkan bangsa ini. Sesungguhnya bangsa entertaintment, olahraga, bahkan masak-memasakpun kita pernah menjuarainya.
Saya telah mengumpulkan beberapa artikel dari situs-situs internet tentang segudang prestasi yang telah kita raih. Dan yang tertulis di sini hanyalah sebagian, bukan keseluruhan dari prestasi bangsa Indonesia.
Trikulum yang berubah setiap ganti menteri, standarisasi sistem kelulusan, infrastruktur gedung dan peralatan yang tidak layak hingga anggaran pendidikan yang minim. Namun dibalik itu puluhan anak - anak Indonesia berhasil meraih prestasi di kanca internasional diberbagai bidang dari keilmuan dan teknologi (fisika, matematika, biologi), olahraga hingga seni.
Keilmuan dan teknologi
Tahun 2006, di tengah muramnya situasi alam Indonesia akibat Tsunami dan gempa bumi, secercah kegembiraan di bawa Tim Fisika Indonesia. Mereka kembali mencatat prestasi yang memukau dengan menyabet empat medali emas dan satu perak dalam IPhO (International Physics Olympiad), yang berlangsung di Singapura 8-16 Juli 2006. Penghargaan The Absolute Winner yang diberikan kepada Jonathan Pradana Mailoa (SMAK I BPK Penabur Jakarta). Gelar itu sekaligus mengantarkan Indonesia menjadi juara dunia. ( sumber : dikmenum.go.id)
Kemudian pada tahun 2006 juga Tim Indonesia untuk kategori Undergraduate berhasil memenangkan peringkat 3 pada putaran Final Internasional L,Oréal e-Strat Challenge Episode 6, kompetisi strategi bisnis virtual yang diselenggarakan di Paris, Perancis, .
Tim Indonesia yang memenangkan Final Internasional L,Oréal e-Strat Challenge 6 adalah tim Concord (kategori Undergraduate) dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang beranggotakan Dharma Satriadi, Aan Budiarto dan Arif Medianto. Mereka bersaing ketat dengan para finalis dari 7 Zona lainnya yang berasal dari sekolah-sekolah bisnis ternama di dunia, antara lain: London Business School (Inggris), Indiana University atau Kelley School of Business (AS), dan University of Science and Technology of China (Cina). Tiga tim teratas dari masing-masing kategori dipilih berdasarkan Business Plan terbaik dan Share Price Index (SPI) tertinggi.
Richard Matalon, Presiden Direktur L,Oréal Indonesia, menyatakan, “Selama dua tahun terakhir, mahasiswa Indonesia telah membuktikan kemampuan mereka dalam ajang L,Oréal e-Strat Challenge di tingkat internasional melalui keberhasilan mereka menjadi juara 1 kategori Undergraduate atau S1 pada tahun 2004 dan sebagai finalis keenambelas besar kategori MBA atau S2 pada tahun 2005. (sumber : kompas.com)
Pada tahun yang sama Indonesia memastikan diri merebut empat medali emas dan satu perak dalam Olimpiade Fisika Internasional yang berlangsung di Singapura tanggal 8 Juli 2006 lalu. Meskipun jumlah raihan medali emas Indonesia masih di bawah China, yang meraih lima emas, namun peringkat juara dunia berada dalam genggaman tim Indonesia karena salah satu dari empat peraih emas Indonesia mencatat nilai tertinggi dalam ujian teori dan eksperimen. Jonathan Pradana Mailoa (SMA Kristen 1 Penabur Jakarta) yang meraih nilai tertinggi tersebut. Dalam ujian teori dan eksperimen ia meraih nilai 29,7 dan 17,10, lebih tinggi daripada nilai saingan utamanya dari China, Yang Suo Long, yang mencatat 29,6 (untuk teori) dan 16,45 (eksperimen).
”Jonathan tak hanya melampaui nilai tertinggi yang diraih pelajar China, tetapi juga menang mutlak dalam teori dan eksperimen. Oleh karena itu, ia berhak mendapat gelar The Absolute Winner, sebuah pencapaian yang langka dalam event internasional seperti ini,” ungkap Yohanes Surya, pembina Tim Olimpiade Fisika Indonesia, kepada Kompas dari Singapura, Sabtu (15/7).
Tiga emas lainnya untuk Indonesia dipersembahkan oleh Pangus Ho (SMA Kristen 3 Penabur Jakarta), Irwan Ade Putra (SMA Negeri 1 Pekanbaru), dan Andy O Latief (SMA Negeri 1 Pamekasan, Jawa Timur). Satu medali perak diraih M Firmansyah Kasim (SMP Islam Athirah Makassar). Dengan demikian, lima pelajar yang dikirim ke ajang paling bergengsi ini tak satu pun pulang dengan tangan hampa. (sumber : kompas.com)
Pada tahun 2007 , Negara kita memiliki penghargaan pada kejuaraan Internasional Junior Science Olimpiade 2007 di Taiwan, Irfan Haris, siswa kelas X, SMAN 1 Pringsewu, Lampung, meperoleh medali perak.
Di samping itu Putra-putri Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa dan Negara dengan meraih 2 emas, 3 perak dan 2 perunggu dalam Olimpiade FisikaAsia ke 8 di Shanghai tanggal 22-28 April 2007. Medali emas diraih oleh Muhammad Firmansyah Kasim siswa kelas I SMAN Athirah Makassar dan Rudi Handoko siswa kelas I SMA Sutomo 1 Medan.
Medali perak diraih oleh Musswadah Mukhtar SMAN 78 Jakarta kelas III,David Halim dari SMA Xaverius Bandar Lampung kelas II dan Ivan Gozali kelas I SMA Kanisius Jakarta. Medali perunggu diraih oleh YosuaMaranatha dari SMAN 3 Yogyakarta kelas II dan Adam Badra Cahaya SMAN 1 Jember kelas III. ( sumber : republika.co.id)
Pelajar teladan lainnya adalah Stefano Chiesa Suryanto, pelajar kelas 5 SD Santa Theresia Jakarta Pusat ini memiliki prestasi yang luar biasa. Prestasi paling gemilang adalah saat ia berhasil memperoleh medali emas dan mendapat penghargaan The Best Theory dalam Olympiade matematika untuk tingkat Sekolah Dasar tahun 2007. Yang lebih membanggakan Stefano merupakan peserta termuda dan berhasil meraih medali emas sekaligus mendapatkan nilai tertinggi. (sumber : indosiar.com)
Pada artikel ini saya inginlah membuka mata warga Negara Indonesia akan prestasi-prestasi yang sangat mebanggakan kita dan akan membuat kita berfikir dua kali untuk meninggalkan bangsa ini. Sesungguhnya bangsa entertaintment, olahraga, bahkan masak-memasakpun kita pernah menjuarainya.
Saya telah mengumpulkan beberapa artikel dari situs-situs internet tentang segudang prestasi yang telah kita raih. Dan yang tertulis di sini hanyalah sebagian, bukan keseluruhan dari prestasi bangsa Indonesia.
Trikulum yang berubah setiap ganti menteri, standarisasi sistem kelulusan, infrastruktur gedung dan peralatan yang tidak layak hingga anggaran pendidikan yang minim. Namun dibalik itu puluhan anak - anak Indonesia berhasil meraih prestasi di kanca internasional diberbagai bidang dari keilmuan dan teknologi (fisika, matematika, biologi), olahraga hingga seni.
Keilmuan dan teknologi
Tahun 2006, di tengah muramnya situasi alam Indonesia akibat Tsunami dan gempa bumi, secercah kegembiraan di bawa Tim Fisika Indonesia. Mereka kembali mencatat prestasi yang memukau dengan menyabet empat medali emas dan satu perak dalam IPhO (International Physics Olympiad), yang berlangsung di Singapura 8-16 Juli 2006. Penghargaan The Absolute Winner yang diberikan kepada Jonathan Pradana Mailoa (SMAK I BPK Penabur Jakarta). Gelar itu sekaligus mengantarkan Indonesia menjadi juara dunia. ( sumber : dikmenum.go.id)
Kemudian pada tahun 2006 juga Tim Indonesia untuk kategori Undergraduate berhasil memenangkan peringkat 3 pada putaran Final Internasional L,Oréal e-Strat Challenge Episode 6, kompetisi strategi bisnis virtual yang diselenggarakan di Paris, Perancis, .
Tim Indonesia yang memenangkan Final Internasional L,Oréal e-Strat Challenge 6 adalah tim Concord (kategori Undergraduate) dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang beranggotakan Dharma Satriadi, Aan Budiarto dan Arif Medianto. Mereka bersaing ketat dengan para finalis dari 7 Zona lainnya yang berasal dari sekolah-sekolah bisnis ternama di dunia, antara lain: London Business School (Inggris), Indiana University atau Kelley School of Business (AS), dan University of Science and Technology of China (Cina). Tiga tim teratas dari masing-masing kategori dipilih berdasarkan Business Plan terbaik dan Share Price Index (SPI) tertinggi.
Richard Matalon, Presiden Direktur L,Oréal Indonesia, menyatakan, “Selama dua tahun terakhir, mahasiswa Indonesia telah membuktikan kemampuan mereka dalam ajang L,Oréal e-Strat Challenge di tingkat internasional melalui keberhasilan mereka menjadi juara 1 kategori Undergraduate atau S1 pada tahun 2004 dan sebagai finalis keenambelas besar kategori MBA atau S2 pada tahun 2005. (sumber : kompas.com)
Pada tahun yang sama Indonesia memastikan diri merebut empat medali emas dan satu perak dalam Olimpiade Fisika Internasional yang berlangsung di Singapura tanggal 8 Juli 2006 lalu. Meskipun jumlah raihan medali emas Indonesia masih di bawah China, yang meraih lima emas, namun peringkat juara dunia berada dalam genggaman tim Indonesia karena salah satu dari empat peraih emas Indonesia mencatat nilai tertinggi dalam ujian teori dan eksperimen. Jonathan Pradana Mailoa (SMA Kristen 1 Penabur Jakarta) yang meraih nilai tertinggi tersebut. Dalam ujian teori dan eksperimen ia meraih nilai 29,7 dan 17,10, lebih tinggi daripada nilai saingan utamanya dari China, Yang Suo Long, yang mencatat 29,6 (untuk teori) dan 16,45 (eksperimen).
”Jonathan tak hanya melampaui nilai tertinggi yang diraih pelajar China, tetapi juga menang mutlak dalam teori dan eksperimen. Oleh karena itu, ia berhak mendapat gelar The Absolute Winner, sebuah pencapaian yang langka dalam event internasional seperti ini,” ungkap Yohanes Surya, pembina Tim Olimpiade Fisika Indonesia, kepada Kompas dari Singapura, Sabtu (15/7).
Tiga emas lainnya untuk Indonesia dipersembahkan oleh Pangus Ho (SMA Kristen 3 Penabur Jakarta), Irwan Ade Putra (SMA Negeri 1 Pekanbaru), dan Andy O Latief (SMA Negeri 1 Pamekasan, Jawa Timur). Satu medali perak diraih M Firmansyah Kasim (SMP Islam Athirah Makassar). Dengan demikian, lima pelajar yang dikirim ke ajang paling bergengsi ini tak satu pun pulang dengan tangan hampa. (sumber : kompas.com)
Pada tahun 2007 , Negara kita memiliki penghargaan pada kejuaraan Internasional Junior Science Olimpiade 2007 di Taiwan, Irfan Haris, siswa kelas X, SMAN 1 Pringsewu, Lampung, meperoleh medali perak.
Di samping itu Putra-putri Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa dan Negara dengan meraih 2 emas, 3 perak dan 2 perunggu dalam Olimpiade FisikaAsia ke 8 di Shanghai tanggal 22-28 April 2007. Medali emas diraih oleh Muhammad Firmansyah Kasim siswa kelas I SMAN Athirah Makassar dan Rudi Handoko siswa kelas I SMA Sutomo 1 Medan.
Medali perak diraih oleh Musswadah Mukhtar SMAN 78 Jakarta kelas III,David Halim dari SMA Xaverius Bandar Lampung kelas II dan Ivan Gozali kelas I SMA Kanisius Jakarta. Medali perunggu diraih oleh YosuaMaranatha dari SMAN 3 Yogyakarta kelas II dan Adam Badra Cahaya SMAN 1 Jember kelas III. ( sumber : republika.co.id)
Pelajar teladan lainnya adalah Stefano Chiesa Suryanto, pelajar kelas 5 SD Santa Theresia Jakarta Pusat ini memiliki prestasi yang luar biasa. Prestasi paling gemilang adalah saat ia berhasil memperoleh medali emas dan mendapat penghargaan The Best Theory dalam Olympiade matematika untuk tingkat Sekolah Dasar tahun 2007. Yang lebih membanggakan Stefano merupakan peserta termuda dan berhasil meraih medali emas sekaligus mendapatkan nilai tertinggi. (sumber : indosiar.com)
Pada tahun 2008, Indonesia juga menerima penghargaan. Dua Tim Indonesia meraih empat medali emas, tiga perak dan dua perunggu pada International Olympiad Astronomy & Astriphysic (IOAA) ke-2 Tahun 2008 yang ditutup di Sasana Budaya Ganesa ITB Kota Bandung, Rabu. Pada even yang berlangsung 19-27 Agustus 2008 itu, Tim Indonesia A meraih dua medali emas, satu perak dan satu perunggu sedangkan Tim Indonesia B meraih dua emas dua perak dan satu perunggu.
( sumber : fmipa.itb.ac.id)
Ternyata, kepedulian akan lingkungan berbuah penghargaan. Itulah yang dirasakan oleh tim Antar Muka, yang berasal dari Institut Teknologi Bandung Indonesia, yang menjadi juara dalam kategori 'The Rural Innovation Achievement Award' pada lomba software dunia: Microsoft Imagine Cup 2008. Dalam perhelatan Microsoft Imagine Cup 2008 yang resmi berakhir di Musée du Louvre Paris, Prancis tersebut, tim Indonesia berhasil mengalahkan calon jawara lain dari Mesir, India, Kolombia hingga Afrika Selatan.
( sumber : fmipa.itb.ac.id)
Ternyata, kepedulian akan lingkungan berbuah penghargaan. Itulah yang dirasakan oleh tim Antar Muka, yang berasal dari Institut Teknologi Bandung Indonesia, yang menjadi juara dalam kategori 'The Rural Innovation Achievement Award' pada lomba software dunia: Microsoft Imagine Cup 2008. Dalam perhelatan Microsoft Imagine Cup 2008 yang resmi berakhir di Musée du Louvre Paris, Prancis tersebut, tim Indonesia berhasil mengalahkan calon jawara lain dari Mesir, India, Kolombia hingga Afrika Selatan.
(sumber : Microsoft.com)
Tim robot "Jump-Be" dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) akhirnya menjadi juara ketiga dalam kontes robot Asia Pacific Broadcast Union (ABU) Robocon 2008 di Pune, India 31 Agustus 2008.
Tim robot "Jump-Be" dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) akhirnya menjadi juara ketiga dalam kontes robot Asia Pacific Broadcast Union (ABU) Robocon 2008 di Pune, India 31 Agustus 2008.
(sumber : ANTARAnews )
Dan pada tahun 2009, negri tempat tinggalku ini banyak sekali menghasilkan juara juara di bidang keilmuan dan teknologi. Salah satunya Tim Olimpiade Fisika (TOFI) merebut 2 emas, 4 perak, dan 2 perunggu, bahkan dalah satu anggota tim meraih gelar “The best experiment” pada APhO (Asian Physics Olimpic) X Bangkok 2009 24 April – 2 Mei 2009.
( sumber : TOFI )
Pelajar Indonesia kembali meraih prestasi gemilang di kancah internasional dengan menjuarai Global Enterprise Challenge (GEC) 2009. Tim Indonesia berhasil mengalahkan juara dunia tahun lalu, Selandia Baru, juara tahun 2007, Amerika Serikat, dan negara peserta dari lima benua, antara lain: Jerman, Australia, Selandia Baru, Skotlandia, Jepang, Afrika Selatan, Korea, dan Singapura. Dengan menjuarai GEC di tahun 2009 ini, Indonesia menjadi negara Asia pertama yang memenangkan GEC sejak diluncurkan di Skotlandia pada tahun 2002. ( sumber : KOMPAS.com)
Selanjutnya Tim Indonesia berhasil meraih peringkat kedua dalam ajang Olimpiade Matematika Junior Dunia atau IWYMIC (International World Youth Mathematics Intercity Competition) yang berlangsung di Durban, Afrika Selatan, tanggal 5 hingga 10 Juli 2009. Delapan medali perunggu diperoleh melalui individual contest, 1 medali perak untuk team contest, 2 medali perunggu untuk team contest, dan 3 medali perunggu untuk group award. ( sumber : okezone.com )
Kemudian di bulan dan tahun yang sama Tim Olimpiade Biologi Indonesia mempersembahkan 1 medali emas atas nama Anugerah Erlaut (SMA Kharisma Bangsa, Tangerang), 1 medali perak atas nama Irfan Haris (SMAN 1 Pringsewu, Lampung) dan 1 medali perunggu atas nama Elbert Wijaya (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta) dalam ajang International Biology Olimpiad 2009 di Tsukuba Jepang.
( sumber : TOBI )
Dan yang tidak kalah hebatnya, ilmuan remaja Indonesia tampil cemerlang di mata dunia dengan perolehan medali emas terbanyak dari keseluruhan medali diantara saingan-saingan mereka dari jerman, Amerika Serikat, Rusia, Hongaria, dan Polandia.
"Kami bangga, Indonesia menjadi juara umum pada International Conference of Young Scientists (ICYS) ke-16 yang berlangsung di Pszczyna, Polandia, 24-28 April 2009," demikian pernyataan Kepala Bidang Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Warsawa Any Muryani yang diterima Antara di Jakarta, Kamis (30/4).
Berdasarkan pengumuman panitia, berturut-turut hasil-hasil yang dicapai oleh negara negara peserta adalah Indonesia (6 emas, 1 perak, 3 perunggu); Jerman (3,4,2), Belanda (3,1,2), Amerika Serikat (3,0,0), Rusia (2,3,3),Hongaria(2,2,2),dan Polandia(2,2,1). Negara-negara lainnya yang memperoleh medali adalah Belarus (1,1,0), Georgia (0,3,2),Ukraina (0,1,2), Ceko (0,0,2), dan Kroasia (0,0,1).
( sumber : diknas padang )
Pelajar Indonesia kembali meraih prestasi gemilang di kancah internasional dengan menjuarai Global Enterprise Challenge (GEC) 2009. Tim Indonesia berhasil mengalahkan juara dunia tahun lalu, Selandia Baru, juara tahun 2007, Amerika Serikat, dan negara peserta dari lima benua, antara lain: Jerman, Australia, Selandia Baru, Skotlandia, Jepang, Afrika Selatan, Korea, dan Singapura. Dengan menjuarai GEC di tahun 2009 ini, Indonesia menjadi negara Asia pertama yang memenangkan GEC sejak diluncurkan di Skotlandia pada tahun 2002. ( sumber : KOMPAS.com)
Selanjutnya Tim Indonesia berhasil meraih peringkat kedua dalam ajang Olimpiade Matematika Junior Dunia atau IWYMIC (International World Youth Mathematics Intercity Competition) yang berlangsung di Durban, Afrika Selatan, tanggal 5 hingga 10 Juli 2009. Delapan medali perunggu diperoleh melalui individual contest, 1 medali perak untuk team contest, 2 medali perunggu untuk team contest, dan 3 medali perunggu untuk group award. ( sumber : okezone.com )
Kemudian di bulan dan tahun yang sama Tim Olimpiade Biologi Indonesia mempersembahkan 1 medali emas atas nama Anugerah Erlaut (SMA Kharisma Bangsa, Tangerang), 1 medali perak atas nama Irfan Haris (SMAN 1 Pringsewu, Lampung) dan 1 medali perunggu atas nama Elbert Wijaya (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta) dalam ajang International Biology Olimpiad 2009 di Tsukuba Jepang.
( sumber : TOBI )
Dan yang tidak kalah hebatnya, ilmuan remaja Indonesia tampil cemerlang di mata dunia dengan perolehan medali emas terbanyak dari keseluruhan medali diantara saingan-saingan mereka dari jerman, Amerika Serikat, Rusia, Hongaria, dan Polandia.
"Kami bangga, Indonesia menjadi juara umum pada International Conference of Young Scientists (ICYS) ke-16 yang berlangsung di Pszczyna, Polandia, 24-28 April 2009," demikian pernyataan Kepala Bidang Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Warsawa Any Muryani yang diterima Antara di Jakarta, Kamis (30/4).
Berdasarkan pengumuman panitia, berturut-turut hasil-hasil yang dicapai oleh negara negara peserta adalah Indonesia (6 emas, 1 perak, 3 perunggu); Jerman (3,4,2), Belanda (3,1,2), Amerika Serikat (3,0,0), Rusia (2,3,3),Hongaria(2,2,2),dan Polandia(2,2,1). Negara-negara lainnya yang memperoleh medali adalah Belarus (1,1,0), Georgia (0,3,2),Ukraina (0,1,2), Ceko (0,0,2), dan Kroasia (0,0,1).
( sumber : diknas padang )
Tidak hanya dalam kategori pelajar, seorang warga Indonesia Dr. Yanuar Nugroho, peneliti dan pengajar di Institut Kajian Inovasi (Manchester Institute of Innovation Research/MIOIR) dan Pusat Informatika Pembangunan (Centre for Development Informatics/CDI) meraih penghargaan sebagai staf akademik terbaik (Academic of the Year Award) 2009 di Universitas Manchester, Inggris.
Penghargan sebagai Staf Akademik Terbaik 2009 di Manchester Business School di Universitas Manchester, Inggris dianugerahkan pimpinan Manchester Business School (MBS) di the University of Manchester kepada Dr Yanuar Nugroho, dalam satu upacara. Menurut Yanuar kepada koresponden Antara London, Kamis , kriteria utama penilaian penghargaan ini adalah kontribusi akademik lewat penelitian, tulisan, seminar, kuliah dan konferensi.
( sumber : ANTARAnews)
Dalam segi kedokteran pun kita masih bisa membusungkan dada jika bertemu dengan warga Negara lain. Prof. dr. Sri Suparyati, Sp.A.(K), Ph.D., Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) menerima penghargaan internasional sebagai dokter spesialis anak terbaik dari Asosiasi Dokter Anak Asia-Pasifik atau APPA. Penghargaan Outstanding Asian Pediatric Award tersebut diterimanya akibat prestasi-prestasinya yang dianggap menonjol dalam penelitian mengenai penyakit diare pada anak selama tiga tahun terakhir. Penghargaan diberikan dalam konferensi APPA di Shanghai, China, yang berlangsung pada tanggal 4 – 18 Oktober 2009.
Penghargaan Outstanding Asian Pediatric Award sendiri diberikan setiap tiga tahun sekali. Pada tahun ini, Prof. dr. Sri Suparyati, Sp.A.(K), Ph.D. menjadi salah satu dari 12 dokter anak yang menerima penghargaan. Dan mereka pun telah dipilih dari 2.500 dokter anak se-Asia Pasifik.
( sumber : website UGM )
Olahraga.
Siapakah warga Indonesia yang tidak kenal atlet yang satu ini. Susi Susanti peraih medali emas pertama olimpiade ini memiliki segudang prestasi dalam bidang bulu tangkis. Masa keemasannya yang berlangsung cukup panjang, berpuncak pada juara tunggal putri bulutangkis Olimpiade Barcelona, Spanyol (1992). Dia peraih emas pertama Indonesia di Olimpiade. Ketika itu Alan, pacarnya, juga juara di tunggal putra sehingga media asing menjuluki mereka sebagai "Pengantin Olimpiade". Predikat pengantin ini rupanya terus melekat, terbukti saat mereka dipercaya menjadi pembawa obor Olimpiade Athena 2004.
Disamping itu banyak sekali prestasi yang dia ukir, seperti Hall of Fame dari International Badminton Federation (IBF), Mei 2004. Herbert Scheele Trophy, 2002. Juara All England (1990, 1991, 1993, 1994). Juara dunia (1993). Juara Seri Grand Prix di Bali, 1990. Tiga kali juara di Jepang Terbuka. Juara Olimpiade Barcelona 1992. Juara berbagai kejuaraan seri grand prix dan Piala Dunia.
( sumber : tokohindonesia.com )
Di tahun 2000, tepatnya pada tanggal 18-19 Agustus 2000, Etti Hendrawati menjuarai kejuaraan dunia Speed Climbing th 2000 di San Fransisco USA. Etti akhirnya menjadi juara pertama setelah berhasil memanjat dinding setinggi 18 meter dengan waktu 17,39 detik. Ia mengalahkan Elena Repko yang menjadi runner up dengan catatan waktu 18,11 detik. Rekan senegaranya, Olga Zakharova, menduduki peringkat tiga dengan catatan waktu 19,58 detik. Etti memecahkan rekor speed-climbing kejuaraan itu yang sebelumnya dipegang Elena Repko; 20,77 detik. ''Saya nggak pernah menduga bisa juara dunia. Wong mau tanding saja, saya sempat minder melihat lawan-lawan dari Eropa dan Amerika Serikat yang tangguh-tangguh. Tapi, mungkin karena tampil tanpa beban dan berkat bantuan Allah, saya mampu mengalahkan mereka,'' tutur Etti.
Di samping kejuaraan dunia di atas, ia juga mengantungi banyak prestasi yang sangat mengharumkan nama bangsa Indonesia. Yaitu :
1998: juara III speed climbing dan peringkat ketujuh SPC difficulty Kejuaraan Asia di Taiwan.1998: juara I speed climbing Kejuaraan Asia di Bangkok, Thailand.1999 : juara I speed climbing Asian X-Games di Phuket, Thailand2000 : meraih 4 medali emas dan 1 perak PON XV2000 : peringkat ketujuh SPC bouldering Asian X-Games di Phuket, Thailand2000 : juara I speed climbing Kejuaraan Dunia ESPN X di San Fransisco, AS2001: juara I speed climbing Asian X-Games di Jakarta2001 : juara I speed climbing UIAA Asian Cup di Kunming, Cina 2001 : juara II speed cimbing Kejuaraan Dunia di Kuala Lumpur, Malaysia2002 : juara III speed climbing Asian X-Games di Kuala Lumpur, Malaysia 2003 : juara II speed climbing Kejuaraan Dunia di Shenzen, Cina
(sumber : republika.co.id)
Dalam segi kedokteran pun kita masih bisa membusungkan dada jika bertemu dengan warga Negara lain. Prof. dr. Sri Suparyati, Sp.A.(K), Ph.D., Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) menerima penghargaan internasional sebagai dokter spesialis anak terbaik dari Asosiasi Dokter Anak Asia-Pasifik atau APPA. Penghargaan Outstanding Asian Pediatric Award tersebut diterimanya akibat prestasi-prestasinya yang dianggap menonjol dalam penelitian mengenai penyakit diare pada anak selama tiga tahun terakhir. Penghargaan diberikan dalam konferensi APPA di Shanghai, China, yang berlangsung pada tanggal 4 – 18 Oktober 2009.
Penghargaan Outstanding Asian Pediatric Award sendiri diberikan setiap tiga tahun sekali. Pada tahun ini, Prof. dr. Sri Suparyati, Sp.A.(K), Ph.D. menjadi salah satu dari 12 dokter anak yang menerima penghargaan. Dan mereka pun telah dipilih dari 2.500 dokter anak se-Asia Pasifik.
( sumber : website UGM )
Olahraga.
Siapakah warga Indonesia yang tidak kenal atlet yang satu ini. Susi Susanti peraih medali emas pertama olimpiade ini memiliki segudang prestasi dalam bidang bulu tangkis. Masa keemasannya yang berlangsung cukup panjang, berpuncak pada juara tunggal putri bulutangkis Olimpiade Barcelona, Spanyol (1992). Dia peraih emas pertama Indonesia di Olimpiade. Ketika itu Alan, pacarnya, juga juara di tunggal putra sehingga media asing menjuluki mereka sebagai "Pengantin Olimpiade". Predikat pengantin ini rupanya terus melekat, terbukti saat mereka dipercaya menjadi pembawa obor Olimpiade Athena 2004.
Disamping itu banyak sekali prestasi yang dia ukir, seperti Hall of Fame dari International Badminton Federation (IBF), Mei 2004. Herbert Scheele Trophy, 2002. Juara All England (1990, 1991, 1993, 1994). Juara dunia (1993). Juara Seri Grand Prix di Bali, 1990. Tiga kali juara di Jepang Terbuka. Juara Olimpiade Barcelona 1992. Juara berbagai kejuaraan seri grand prix dan Piala Dunia.
( sumber : tokohindonesia.com )
Di tahun 2000, tepatnya pada tanggal 18-19 Agustus 2000, Etti Hendrawati menjuarai kejuaraan dunia Speed Climbing th 2000 di San Fransisco USA. Etti akhirnya menjadi juara pertama setelah berhasil memanjat dinding setinggi 18 meter dengan waktu 17,39 detik. Ia mengalahkan Elena Repko yang menjadi runner up dengan catatan waktu 18,11 detik. Rekan senegaranya, Olga Zakharova, menduduki peringkat tiga dengan catatan waktu 19,58 detik. Etti memecahkan rekor speed-climbing kejuaraan itu yang sebelumnya dipegang Elena Repko; 20,77 detik. ''Saya nggak pernah menduga bisa juara dunia. Wong mau tanding saja, saya sempat minder melihat lawan-lawan dari Eropa dan Amerika Serikat yang tangguh-tangguh. Tapi, mungkin karena tampil tanpa beban dan berkat bantuan Allah, saya mampu mengalahkan mereka,'' tutur Etti.
Di samping kejuaraan dunia di atas, ia juga mengantungi banyak prestasi yang sangat mengharumkan nama bangsa Indonesia. Yaitu :
1998: juara III speed climbing dan peringkat ketujuh SPC difficulty Kejuaraan Asia di Taiwan.1998: juara I speed climbing Kejuaraan Asia di Bangkok, Thailand.1999 : juara I speed climbing Asian X-Games di Phuket, Thailand2000 : meraih 4 medali emas dan 1 perak PON XV2000 : peringkat ketujuh SPC bouldering Asian X-Games di Phuket, Thailand2000 : juara I speed climbing Kejuaraan Dunia ESPN X di San Fransisco, AS2001: juara I speed climbing Asian X-Games di Jakarta2001 : juara I speed climbing UIAA Asian Cup di Kunming, Cina 2001 : juara II speed cimbing Kejuaraan Dunia di Kuala Lumpur, Malaysia2002 : juara III speed climbing Asian X-Games di Kuala Lumpur, Malaysia 2003 : juara II speed climbing Kejuaraan Dunia di Shenzen, Cina
(sumber : republika.co.id)
Pada tahun 2005, Pasangan ganda campuran Indonesia, Nova Widianto dan Lilyana Natsir menaklukan pasangan Cina Xie Zhongbo dan Zhang Yawen melalui pertarungan ketat. Nova/Lilyana yang di kejuaraan dua tahunan ini tampil sebagai unggulan ke empat mempesona publik Arrowhead Pond arena, setelah terlebih dahulu kehilangan set pertama dari Xie Zhongbo/Zhang Yawen (unggulan ke-11). Inilah gelar juara dunia ganda campuran Indonesia pertama selama 25 tahun kejuaraan dunia digelar.
( sumber : tempo interaktif )
Di tahun berikutnya, generasin muda kita menorehkan prestasi yang tidak akan bisa dilupakan. Indonesia meraih peringkat 4 dunia dalam DANONE NATIONS CUP 2006.
Dalam DANONE NATIONS CUP 2006 , kompetisi sepakbola anak yang terbesar di dunia yang diikuti oleh 32 negara dari seluruh dunia, Indonesia akhirnya keluar sebagai juara 4. Tetapi bukan hanya itu, tim DNC Indonesia juga dinobatkan sebagai tim yang memiliki pertahanan terbaik (Best Defense) karena hanya kebobolan 1 gol selama pertandingan berlangsung selama 3 hari. Prestasi yang kali ini diraih oleh tim DNC Indonesia sangatlah membanggakan, bagaimana tidak, karena kompetisi ini bisa dibilang merupakan piala dunia bagi anak-anak dibawah 12 tahun, karena diikuti oleh 32 negara yang semuanya merupakan negara yang kuat prestasi sepakbolanya, seprti Italia, Perancis, Brazil, Jerman, Argentina, Belanda, Jepang, dll. ( sumber : aqua.com)
Pada olahraga tinju kita memiliki Chris John yang mampu mempertahankan gelar sabuk juara dunia tinju kelas bulu versi WBA setelah menghentikan penantang asal Jepang, Zaiki Takemoto, dalam pertarungan di Kobe, Jepang, 19 Agustus 2007. Petinju berjulukan The Dragon itu menang TKO di ronde ke-10. Wasit menghentikan pertandingan setelah Takemoto mengalami luka di pelipis karena berondongan tinju Chris John. ( sumber : tempo interaktif )
Tim tai chi Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa. Mereka keluar menjadi juara umum pada Kejuaraan Dunia di Korea Selatan. Di final, tim Indonesia mengalahkan China.Ini adalah sukses keempat. Kali ini tim tai chi Indonesia meraup 18 emas, 12 perak dan 10 perunggu. China, sebagai negara asal olah raga ini, menyusul di posisi kedua.
( sumber : tempo interaktif )
Di tahun berikutnya, generasin muda kita menorehkan prestasi yang tidak akan bisa dilupakan. Indonesia meraih peringkat 4 dunia dalam DANONE NATIONS CUP 2006.
Dalam DANONE NATIONS CUP 2006 , kompetisi sepakbola anak yang terbesar di dunia yang diikuti oleh 32 negara dari seluruh dunia, Indonesia akhirnya keluar sebagai juara 4. Tetapi bukan hanya itu, tim DNC Indonesia juga dinobatkan sebagai tim yang memiliki pertahanan terbaik (Best Defense) karena hanya kebobolan 1 gol selama pertandingan berlangsung selama 3 hari. Prestasi yang kali ini diraih oleh tim DNC Indonesia sangatlah membanggakan, bagaimana tidak, karena kompetisi ini bisa dibilang merupakan piala dunia bagi anak-anak dibawah 12 tahun, karena diikuti oleh 32 negara yang semuanya merupakan negara yang kuat prestasi sepakbolanya, seprti Italia, Perancis, Brazil, Jerman, Argentina, Belanda, Jepang, dll. ( sumber : aqua.com)
Pada olahraga tinju kita memiliki Chris John yang mampu mempertahankan gelar sabuk juara dunia tinju kelas bulu versi WBA setelah menghentikan penantang asal Jepang, Zaiki Takemoto, dalam pertarungan di Kobe, Jepang, 19 Agustus 2007. Petinju berjulukan The Dragon itu menang TKO di ronde ke-10. Wasit menghentikan pertandingan setelah Takemoto mengalami luka di pelipis karena berondongan tinju Chris John. ( sumber : tempo interaktif )
Tim tai chi Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa. Mereka keluar menjadi juara umum pada Kejuaraan Dunia di Korea Selatan. Di final, tim Indonesia mengalahkan China.Ini adalah sukses keempat. Kali ini tim tai chi Indonesia meraup 18 emas, 12 perak dan 10 perunggu. China, sebagai negara asal olah raga ini, menyusul di posisi kedua.
( sumber : metrotvnews )
Jauh dari keluarga dan tinggal di negeri orang tak membuat Tengku Siti Hafsah kehilangan semangat. Ice skater Indonesia ini justru mencetak prestasi gemilang di Selandia Baru. Dia menjuarai New Zealand National Championship di Auckland, oktober 2009 yang lalu. Wanita cantik kelahiran Palembang, 12 Desember 1983 ini menjadi juara di kategori adult gold ladies. Dia mengalahkan dua ice skater terbaik negeri itu, Aslihan Mirza dan Kelly Hoebergen. ( sumber : ANTARAnews )
Seni dan Budaya.
Di awal tahun 2008, prestasi gemilang di raih oleh penyanyi muda kita yang di kenal dengan nama Gita Gutawa. Putri musisi Erwin Gutawa ini meraih gelar juara Gand Prize (terbaik dari yang terbaik) di International Nile Song Festival Cairo. Gita menyanyikan dua lagu yakni To Be The One karya Budi Bachtiar dan Ria Leimena, serta Alunan Sebuah Lagu karya Erwin Gutawa. Ajang tersebut diikuti 35 peserta dari 19 negara yang lolos seleksi. ( sumber : okezone.com)
Di tahun yang sama , lagi-lagi dari penyanyi-penyanyi kebanggaan kita berhasil membuat Lagu kebangsaan Indonesia Raya sebanyak dua kali berkumandang pada malam pemberian hadiah "The 5th World Choir Games" di Graz, Austria. Sekretaris I KBRI Wina, Darianto Harsono, di London, Rabu (16/7), menyatakan, Indonesia, yang diwakili kelompok paduan suara Elfa`s Singers meraih dua gelar World Champion dalam "Jazz Open Category" dan "Pop Open Category". Dalam gelombang pertama yang dilangsungkan tanggal 9-13 Juli dan mempertandingkan 14 kategori, kelompok-kelompok paduan suara Indonesia lainnya yang mengikuti perlombaan ini juga menyumbangkan medali emas dan perak. Secara keseluruhan dalam gelombang pertama, Indonesia meraih enam medali emas, masing masing Elfa`s Singers, 2 emas, Paduan Suara Consolatio Universitas Sumatra Utara (2 emas), sementara Universitas Negeri Manado (1 emas), Bitung City Chorale (1 emas).
Jauh dari keluarga dan tinggal di negeri orang tak membuat Tengku Siti Hafsah kehilangan semangat. Ice skater Indonesia ini justru mencetak prestasi gemilang di Selandia Baru. Dia menjuarai New Zealand National Championship di Auckland, oktober 2009 yang lalu. Wanita cantik kelahiran Palembang, 12 Desember 1983 ini menjadi juara di kategori adult gold ladies. Dia mengalahkan dua ice skater terbaik negeri itu, Aslihan Mirza dan Kelly Hoebergen. ( sumber : ANTARAnews )
Seni dan Budaya.
Di awal tahun 2008, prestasi gemilang di raih oleh penyanyi muda kita yang di kenal dengan nama Gita Gutawa. Putri musisi Erwin Gutawa ini meraih gelar juara Gand Prize (terbaik dari yang terbaik) di International Nile Song Festival Cairo. Gita menyanyikan dua lagu yakni To Be The One karya Budi Bachtiar dan Ria Leimena, serta Alunan Sebuah Lagu karya Erwin Gutawa. Ajang tersebut diikuti 35 peserta dari 19 negara yang lolos seleksi. ( sumber : okezone.com)
Di tahun yang sama , lagi-lagi dari penyanyi-penyanyi kebanggaan kita berhasil membuat Lagu kebangsaan Indonesia Raya sebanyak dua kali berkumandang pada malam pemberian hadiah "The 5th World Choir Games" di Graz, Austria. Sekretaris I KBRI Wina, Darianto Harsono, di London, Rabu (16/7), menyatakan, Indonesia, yang diwakili kelompok paduan suara Elfa`s Singers meraih dua gelar World Champion dalam "Jazz Open Category" dan "Pop Open Category". Dalam gelombang pertama yang dilangsungkan tanggal 9-13 Juli dan mempertandingkan 14 kategori, kelompok-kelompok paduan suara Indonesia lainnya yang mengikuti perlombaan ini juga menyumbangkan medali emas dan perak. Secara keseluruhan dalam gelombang pertama, Indonesia meraih enam medali emas, masing masing Elfa`s Singers, 2 emas, Paduan Suara Consolatio Universitas Sumatra Utara (2 emas), sementara Universitas Negeri Manado (1 emas), Bitung City Chorale (1 emas).
( sumber : gatra.com )
Brussel - Tiga film Indonesia meraih penghargaan dalam Festival Internasional Film Independen ke-35 di Brussel. Ini adalah bukti pengakuan para sineas, penulis cerita dan pelakon Indonesia. Ketiga film tersebut yakni Playing Between Elephants karya Aryo Danusri meraih penghargaan Film Dokumenter Terbaik, Tiga Hari Selamanya (3 Days to Forever) karya Riri Reza menyabet gelar Sutradara Terbaik, sementara Artika Sari Devi dinobatkan sebagai aktris wanita terbaik dalam film Opera Jawa karya Garin Nugroho. Ketiga penghargaan prestisius tersebut telah diterimakan oleh juri festival kepada Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa (UE) Nadjib Riphat Kesoema mewakili ketiga film unggulan Indonesia di Gedung Pusat Budaya Jacques Frank, Brussel (9/11/08).
( sumber : detiknews )
Kemudian di tahun 2009, dunia fotografi kita juga menorehkan prestasi. Indonesia menjadi juara umum 25th FIAP Projected Images Biennial yang diadakan di Bandung, akhir Agustus 2009, serta meraih FIAP World Cup, mengungguli Italia yang telah berkali-kali menjadi juara FIAP Biennial. Ini adalah untuk pertama kalinya Indonesia dengan pelaksana Federasi Perkumpulan Seni Foto Indonesia (FPSI) menjadi tuan rumah.
Lomba foto internasional dua tahunan ini diadakan oleh Federation Internationale de l’Art Photographique (FIAP), yaitu induk dari semua federasi fotografi amatir seluruh dunia, yang juga merupakan satu-satunya organisasi seni fotografi yang diakui oleh UNESCO.
Secara perorangan, fotografer Indonesia juga berhasil meraih tempat terhormat.
Lomba foto internasional dua tahunan ini diadakan oleh Federation Internationale de l’Art Photographique (FIAP), yaitu induk dari semua federasi fotografi amatir seluruh dunia, yang juga merupakan satu-satunya organisasi seni fotografi yang diakui oleh UNESCO.
Secara perorangan, fotografer Indonesia juga berhasil meraih tempat terhormat.
• Medali Emas: Agatha Anne Bunanta – Indonesia , ”Melasti Ceremony”
• Medali Perak: Anom Manik Agung – Indonesia, ”Ramayana”
• Medali Perak: Dragan Ivic – Serbia, ”Street Player 01”
• Medali Perunggu: IB Andi Sucirta – Indonesia, ”Fire Dance”
• Medali Perunggu: Cedomir Biukovic – Serbia, ”Inauracija Music”
• Medali Perunggu: Miguel Parreñe – Spanyol, ”Elder” ( sumber : gatra.com )
Di bulan yang sama, Penyanyi Indonesia Shandy Sondoro dan penyanyi Ukraina, Jamala (Susana Jamaladinova) akhirnya ditetapkan sebagai juara bersama pada festival penyanyi muda internasional New Wave 2009 yang diadakan di pantai Yurmala, Latvia. Keduanya berhak atas hadiah masing-masing 50.000 euro. ( sumber : ANTARAnws)
Beberapa artikel ini memang tidak menggambarkan keseluruhan prestasi yang dicapai oleh bangsa kita, akan tetapi paling tidak, dengan segudang prestasi ini kita bisa bangga mengakui diri kita sebagai anak Indonesia. Kita harus tunjukkan bahwa bangsa kita tidak lebih buruk dari bangsa lain
http://www.mudaers.com
Di bulan yang sama, Penyanyi Indonesia Shandy Sondoro dan penyanyi Ukraina, Jamala (Susana Jamaladinova) akhirnya ditetapkan sebagai juara bersama pada festival penyanyi muda internasional New Wave 2009 yang diadakan di pantai Yurmala, Latvia. Keduanya berhak atas hadiah masing-masing 50.000 euro. ( sumber : ANTARAnws)
Beberapa artikel ini memang tidak menggambarkan keseluruhan prestasi yang dicapai oleh bangsa kita, akan tetapi paling tidak, dengan segudang prestasi ini kita bisa bangga mengakui diri kita sebagai anak Indonesia. Kita harus tunjukkan bahwa bangsa kita tidak lebih buruk dari bangsa lain
http://www.mudaers.com







0 komentar:
Posting Komentar