Ismael Beah menjadi tentara pada umur 12 tahun. Dia di rekrut oleh pasukan pemerintah Sierra Leone untuk melawanpasukan pemberontak. Bersama anak-anak lain Beah dididik menjadi mesin pembunuh tanpa rasa takut. Mereka dilatih membunuh tawanan tanpa mengenal belas kasihan. untuk meningkan keberanian dan kekuatan, mereka dijejali dengan berbagai macam narkoba, seperti amphetamine, mariyuana, dan campuran kokain dengan bubuk mesiu yang dikenal dengan nama brown-brown. setelah menghisap brown-brown , anak-anak itu berubah menjadi pembantai yang kejam dan mampu tidak tidur hingga berhari-hari


Bagi anak-anak ini, kekacauan akibat perang saydara di negri itu menjadikan mereka berada di dalam posisi sulit. setelah keluarga dan tetangga mereka dibantai, kampung halaman mereka dibumi hanguskan, pilihannya hanya ada dua : masuk kedalam salah satu kelompok pasukan atau mati.




setelah baca buku ini, aku merasa bersyukur banget, tinggal di tempat yang penuh kedamaian, bukan daerah konflik, dan memiliki keluarga yang lengkap, dan bisa hidup enak. paling tidak aku jadi berfikir dua kali untuk mengeluh setelah mebaca kisah temen-temen di sierra leone ini.

0 komentar:

Posting Komentar